5 Bangsa Kuno ini Dikenal Dengan Kebiasaan Maksiatnya yang Gila
Banyak orang berkata jika zaman kita hidup sekarang ini
adalah masa menjelang kiamat. Dan diceritakan hampir di semua agama,
kiamat hanya akan terjadi jika orang-orang yang tersisa rusak semua
moralnya. Maka jika dikaitkan dengan definisi kiamat tersebut, saat ini
moral masyarakat setengah rusak dan setengah baik. Karena tak mungkin
tiba-tiba semua orang jadi rusak ahlaknya dan kemudian kiamat terjadi,
pasti ada semacam fase-fase penurunan moral, dan sekarang ini mungkin
hal tersebut tengah terjadi.
Meskipun demikian, rentang kiamat sendiri sepertinya masih cukup
jauh. Pasalnya, rusaknya moral bukanlah hal yang baru-baru ini terjadi.
Jika kita mundur beberapa abad silam bahkan sebelum masehi, sudah banyak
bangsa atau kaum yang mempraktikkan kebejatan. Menurut riwayat mereka,
melakukan hal-hal paling gila yang tidak pernah dilakukan oleh manusia
di zaman mana pun.
Meskipun tak mengalami kiamat, tapi beberapa kaum doyan maksiat
tersebut berakhir tragis lewat kematian paling mengerikan. Berikut
adalah bangsa-bangsa kuno yang dikenal punya kebiasaan suka melakukan
kemaksiatan yang gila.
1. Pompeii
Kita mungkin tak pernah membayangkan, jika ada sebuah tempat di mana
setiap orang bebas melakukan hubungan badan di mana saja bahkan di
jalan-jalan. Tempat gila seperti ini ternyata ada, namanya adalah kota
Pompeii. Terletak di Italia, kota ini memang gila dalam hal-hal seperti
itu. Di sini, setiap orang bebas melakukan kemaksiatan dengan siapa pun
kapan pun. Bahkan, hampir setiap bangunan di sini dipakai sebagai rumah
bordir. Pompeii, kota sejuta kenikmatan yang akhirnya diluluhlantahkan [Image Source]Pompeii
di masa lalu memang benar-benar maju. Sistem tata kotanya jenius dan
rakyatnya sangat makmur. Kota ini adalah sumber kesenangan dan juga
tujuan wisata orang-orang kaya, dalam hal ini untuk menyalurkan hasrat
gila mereka. Hingga akhirnya pada suatu siang, gunung Vesuvius yang ada
di utara Pompeii mengalami erupsi dahsyat. Tak ada yang menyadari hal
ini dan semua orang masih sibuk melakukan aktivitas gila mereka.
Orang-orang Pompeii baru sadar ketika lava sudah ada di depan pintu
rumah mereka.
Terlambat untuk menyadari bencana, orang Pompeii pun tak sempat
melarikan diri. Hasilnya, adalah patung-patung manusia yang hingga kini
masih ada itu. Sangat jelas wajah mayat-mayat terawetkan ini menunjukkan
raut muka yang ketakutan luar biasa.
2. Romawi
Orang-orang Romawi kuno juga dikenal dengan kebiasaan maksiatnya yang
lumayan gila. Dulu, para lelaki Roma seolah punya surat izin khusus
untuk mengencani semua wanita sekota. Ya, wanita bangsa Romawi memang
kalah superior dan dianggap rendah, sehingga mereka tak punya pilihan
selain menerima keadaan. Romawi kuno juga terkenal dengan kebiasaan maksiat mereka yang gila [Image Source]Masa
Romawi kuno juga terdapat banyak rumah bordir yang tumbuh dan
menghilang. Romawi benar-benar tempat untuk memuaskan hasrat seperti
ini. Bahkan jika masih belum puas, pria Romawi yang memiliki budak
wanita juga bisa melampiaskan keinginannya. Begitu bebas, begitu tidak
terkendali. Bahkan di sana ada adat ekstrem di mana para lelaki yang
baru menikah, justru melewatkan malam pertama dengan wanita lain. Hal
ini menunjukkan simbol superioritas tadi, bahkan para wanita tak bisa
melawan, ketika suami mereka melewatkan momen pertama dan paling penting
dengan wanita lain
3. Sodom dan Gomora
Sudah banyak cerita-cerita tentang betapa amoralnya dua bangsa ini.
Tertulis dalam Al-Qur’an maupun Alkitab tentang kisah keduanya, di mana
pada akhirnya Tuhan menghukum mereka atas apa yang dilakukannya. Sodom
dan Gomora dulu tinggal berdekatan dengan laut mati. Kedua bangsa ini
dikenal berkecukupan dan bahkan bisa dibilang makmur. Namun, keduanya
sepertinya lupa untuk beribadah dan bersyukur kepada Tuhan hingga
akhirnya bencana pun menghantam mereka. Ini adalah pasangan sesama jenis tertua yang berhasil digali di reruntuhan kota Sodom [Image Source]Orang-orang
Sodom dan Gomora terkenal dengan perilaku mereka yang menyimpang. Para
laki-lakinya tidak mau menikah dengan wanita dan sebaliknya. Bahkan
hubungan sesama jenis tersebut sudah bukan hal yang tabu lagi,
orang-orang malah melakukannya di tempat-tempat terbuka. Mitosnya,
ketika ada tamu pendatang yang tampan datang, maka ia akan jadi rebutan
para pria untuk diajak berhubungan, dan begitu sebaliknya.
Hingga pada akhirnya sepertinya Tuhan sudah muak dengan dosa-dosa
kedua bangsa ini. Gempa besar pun ditimpakan kepada mereka dan seketika
Sodom dan Gomora pun hilang dari peta dunia. Kini kisah tersebut
tertuang dalam istilah Sodomi yang berasal dari kata Sodom
4. Mesir Kuno
Bangsa Mesir kuno juga terkenal akan kebiasaan maksiatnya yang
menggila dan tak bermoral. Mereka memang tidak melakukan hubungan badan
di jalan-jalan dan mendirikan banyak rumah bordir, namun orang-orang
Mesir dulu sudah terbiasa melakukan hubungan dengan saudaranya. Ibu
dengan anak, saudara dengan saudara yang lain dan sebagainya. Bahkan
dikatakan jika tatanan kekeluargaan orang Mesir sangat kacau. Ya,
seorang ibu posisinya bisa menjadi saudara, anak, atau bahkan istri. Tutankhamun ternyata adalah anak dari hubungan sedarah [Image Source]Sistem
seperti ini juga dicontohkan oleh keluarga kerajaan. Dulu, sudah sangat
biasa seorang raja menikah dengan adik kandungnya sendiri. Hal ini
dimaksudkan agar keluarga bangsawan tetap punya keturunan spesial dari
keluarga kerajaan.
5. India Kuno
Meskipun jarang dikaitkan dengan perilaku suka bermaksiat, namun
sejatinya India kuno memang melakukan hal-hal tersebut. Bukti paling
nyata adalah dibuatnya buku Kamasutra beberapa tahun sebelum masehi. Hal
ini jadi bukti jika berhubungan badan adalah hal yang sudah diajarkan
secara gamblang dan umum. Mungkin anak-anak India dulu juga mempelajari
ini. Dari relief ini terlihat jika India kuno memang bangsa yang doyan melakukan dosa [Image Source]Bukti
yang lain adalah pahatan-pahatan erotis di banyak candi di sana.
Pahatan-pahatan tersebut menunjukkan hal yang sangat mencengangkan, di
mana banyak orang melakukan aksi berhubungan badan beramai-ramai, bahkan
dengan binatang. Pahatan di candi seperti ini biasanya adalah
representasi apa yang jadi kebiasaan penduduk kala itu. Lalu jika
demikian, kita sekarang tahu betapa parahnya kelakuan mereka ketika itu.
Kata orang bijak, sejarah akan selalu berulang-ulang. Hanya sedikit
beda dalam beberapa hal saja. Soal perilaku maksiat gila ini sekarang
sudah mulai marak terjadi, tak perlu disebutkan contohnya karena kita
sudah tahu pasti. Belajar dari masa lalu, bangsa-bangsa gila dosa itu
ada yang dihancurkan dengan sangat parah. Sodom, Gomorah, Pompeii,
harusnya ini jadi contoh bagi kita agar tidak mengulangi kesalahan yang
mereka buat dan mendatangkan kemurkaan
0 comments:
Post a Comment