Peristiwa menarik dan sarat hikmah dalam talk show “Rosi” di stasiun Kompas TV (4/5) adalah disaat Rosi nampak ingin menggiring opini publik bahwa apa yang dilakukan Ormas Islam dengan Aksi Bela Islam (411, 212, 55) adalah sesuatu yang bertentangan dengan negara.
Dikatakan oleh Rosi dengan meminta tanggapan kepada Panglima Gatot soal Aksi Bela Islam yang menurut Rosi Aksi tersebut bisa saja di domplengi dengan aksi yang berujung pada kudeta Presiden Jokowi.
Rupanya, Panglima TNI Gatot malah menjawab dengan tegas bahwa tidak mungkin umat Islam hendak merusak negara. Dihadapan peserta yang hadir Gatot menyampaikan fakta bahwa umat Islam tidak akan melakukan makar.
Mendengar penjelasan Panglima, ramai tepuk tangan dari peserta, sedangkan Rosi tampak terpelongo saja
ini Tanggapan para Netizen..
Klo msyrkt yg hnya ingin menuntut keadilan lantas smua dianggap makar trus apa artinya demokrasi tu sndri. Rosi tau apa ttg arti keadilan hukum yg sbnrnya...coba rosi tnya langsung pd mrka yg sring mrasakn ktdkadilan hukum itu sndri.
Ya itulah kalau bukan penganut ajaran islam seperti Rosi misalnya bisanya memojokkan Islam, untungnya lawan bicaranya orang yg memahami tentang islam makanya Rosi membisu seperti cacing kelamaan di jemur, tapi maklumlah Rosi kan levelnya bukan sekelas Pak Panglima Kita, dia hanya srkedar pbawa acara.
Kalo saya nilai media yg suka membuat kehancuran, seperti wartawati rosi, mana mungkin rakyat yg izinnya jelas aksi damai mau makar, otak rosi sama dgn porno. Mikiiiir
setuju pak gatot,sy ambil contoh ditelapak kaki kita ada benda asing yg bikin sakit,kira2 menurut orang cerdas apakah benda asing yg bikin sakit yg di buang atau kakinya yg dipotong,,,silahkan di renungkan
ormas yg ganggu ya yg licik....yg bertentangan dgn jiwa patriot dan jiwa religius yg verketuhanan yg maha esa / pancasila ke 1 bkn?....kira2 ormas apa itu? ...hmmmm ga kenal tuhan anti tuhan ..sekuler
0 comments:
Post a Comment